Jumat, 23 Maret 2012

MODUL 2


MODUL 2

KAMUS DAN ENSIKLOPEDI

1. Kamus
    The Shorter Oxford English Dictionary, merumuskan kata kamus sebagai berikut:
a.       Suatu buku yang memuat kosakata suatu bahasa, sedemikian rupa hingga memberikan keterangan tentang ejaan, penyebutan, arti, penggunaan, sinonim, turunan dan sejarah kata; atau paling tidak sebagian dari keterangan itu. Biasanya disusun menurut abjad;
b.       Suatu bentuk pengembangan dari kamus adalah bahan pustaka yang berisi informasi mengenai suatu subjek atau cabang ilmu pengetahuan tertentu, dimana istilah-istilah yang dijelaskan disusun menurut abjad.
Kamus adalah terjemahan dari dictionary dalam bahasa inggris. Dictionary berasal dari bahasa latin dictio yang berarti kata atau frase. Dari definisi ini, kata kamus tidak harus berarti buku yang hanya berkaitan dengan kata-kata, tetapi juga buku yang berisi kosakata atau frase yang disusun menurut abjad. Beberapa buku yang berisi informasi serupa dengan kamus diberi judul oleh penyusunnya ’buku daftar kata-kata’, buku lain disebut leksikon atau glossari atau thesaurus atau barang kali sesuatu nama yang lain. Istilah leksikon berasal dari kata Yunani klasik lexicon yang berarti kamus, dan umumnya digunakan untukkamus bahasa-bahasa purbakala. Istilah glossary sangat sering digunakan dalam bidang kamus subjek dan kamus seperti itu biasanya diberi uraian panjang lebar, bukan semata daftar kata dan artinya. Istilah thesaurus digunakan oleh penyusun kamus terkenal bernama Roget dalam tahun 1852 dalam bukunya Thesaurus of English words and phrases. Kata thesaurus itu sendiri berarti gudang penyimpanan ilmu pengetahuan. Pada masa itu kata-kata disusun dalam suatu urutan menurut kelompoknya.
Sejarah dan Perkembangan Kamus
Usaha awal untuk membuat semacam kamus dalam bahasa inggris dilakukan pada zaman Anglo-Saxon, kira-kira pada abad kesembilan. Kegiatan itu merupakan hasil sampingan para petugas pembaca karya-karya berbahasa latin yang bertugas menuliskan kata-kata sulit dalam bahasa latin yang mereka temui pada saat melaksanakan tugas membaca karya-karya sastra lama. Kemudian memberi penjelasan kata-kata itu dalam bahasa Inggris yang ditempatkan antara baris atau pada sembir buku yang dibaca. Kemudian karena catatan-catatan itu terasa makin dibutuhkan mereka perlu untuk mencatan ulang semua glosses pada naskah masing-masing, lalu menyusunnya pada daftar tersendiri. Baru pada awal abad empat belas, susunan berabjad mulai menjadi peraturan diantara mereka. Kamus bahasa inggria pertama adalah A Table Alphabetical yang di terbitkan oleh Robert Cawdrey pada tahun 1604. kendatipun demikian anak judul dari karya tersebut hanya menunjukkan bahwa cakupan sesungguhnya lebih sempit dari kamus yang kita kenal dewasa ini. Baru pada tahun 1721 sebuah kamus diterbitkan yang mencakup kata-kata umum, yaitu Universal Etymological Dictionary karya Nathaniel Bailey. Pada tahun 1755 Dr. Samuel Johnson menerbitkan Dictionary of the English Language. Kamus itulah, yang hingga kini dianggap kamus sesungguhnya dan banyak dipelajari susunannya oleh para pembuat kamus. Dr Johnson berpendapat bahwa kamus harus mendefinisikan kata-kata berdasarkan manfaatnya, sejak itu banyak kamus yang disusun menganut sistem yang disebut sebagai fungsi preskriptif yaitu fungsi yang menetapkan arti standar dan penggunaan suatu kata, sehangga orang kemudian menggunakan kata itu sesuai dengan apa yang didefinisikan dalam kamus tersebut. Sedangkan fungsi lain yaitu fungsi deskriptif adalah mengartikan suatu kata sesuai dengan pengertian dan penggunaan yang berkembang dan banyak diterapkan dalam masyarakat. Dua kamus besar yang terkenal berada diantara kedua paham itu adalah kamus besar abad ke-19 karya Noah Webster yaitu The American Dictionary of  the English Language, pertama diterbitkan pada tahun 1828; serta The New English Dictionary on historical principles.
Penggunaan kamus dapat di kelompokan menjadi 3 antara lain :
1. Sebagai alat rujukan langsung, 
2. Sebagai standar pembakuan bahasa,   
3. Sebagai sarana bantu untuk pengkajian bahasa .
2. Ensiklopedi
Salah satu perbedaan ensiklopedi umum dan ensiklopedi khusus adalah :
-          Ensiklopedi umum menetapkan sasaran pembacanya adalah masyarakat umum dengan latar belakang pendidikan yang sangat beragam.
-          Sedangkan ensiklopedi khusus biasanya dituntut untuk sedikit mengerti latar belakang subjek agar dapat memahami dengan baik uraian ensiklopedi.
Diera sekarang ini ensiklopedi juga dapat disajikan  secara digital dan Vurtual  yang dapat di akses melalui CD/DVD atau melalui situs internet. Salah satu contoh Ensiklopedi yang di sajikan dalam bentuk CD adalah pada artikel encyclopedia Britannia yang dapat di telusuri dengan tiga cara yaitu :
1. Dengan penelusuran ( Searc) kata (Fultext)  
2. Melalui Alphabetis kata kunci ( Britannia A-Z ) 
    3. melalui pohon ilmu ( Knowledge Navigator ) .

MODUL 1


MODUL 1

1. PENGERTIAN, JENIS DAN FUNGSI BAHAN RUJUKAN UMUM

Bahan Rujukan Adalah bahan dokumen atau koleksi perpustakaan yang dapat dijadikan sebagai rujukan atau acuan. Menurut SRI MARNODI bahan Rujukan adalah sumber-sumber dasar yang bisa dipakai untuk menjawab pertanyaan- pertanyaan rujukan.
Menurut Irawati Singrimbun buku Rujukan dikelompokan menjadi 2 yaitu :
   a. Jenis bahan rujukan yang memberikan informsi langsung.
   b. Jenis yang memberikan petunjuk kepada suatu sumber informasi.
Koleksi rujukan adalah Bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan maupun yang berada diluar perpustakaan yang terdiri dari berbagai bentuk yang digunakan untuk mendapatkan informasi tertentu. Bahan rujukan umum dapat dikelompokan menjadi 3 yaitu : 1. Bahan rujukan yang memuat kata dan istilah,    2. Bahan rujukan yang memuat informasi sumber  Kepustakaan,   3. Bahan rujukan lainnya antara lain Buku petunjuk/buku pegangan, sumber biografi,dan direktoristatistik, buku tahunan, dll. Jenis-jenis bahan rujukan yang terkenal adalah :1. Kamus             2. Ensiklopedi
Manfaat koleksi rujukan umum
           a.    Memberikan keterangan langsung dan mendasar tentang suatu hal yang ingin diketahui.
           b.    Perbendaharaan kata yang dimiliki bertambah.
           c.    Kita dapat mengetahui keadaan suatu tempat di dunia meskipun belum pernah kita kunjungi.
           d.    Riwayat hidup tokoh terkemuka dan terkenal dapat diketahui.
           e.    Ketrampilan meningkat dalam hal kemampuan menggunakan bahan rujukan sebagai sumber informasi dasar.
           f.    Koleksi rujukan dapat dipakai untuk menunjang penelitian yang sedang dilaksanakan.
           g.    Lokasi daerah terpencil atau pulau yang kurang terkenal dapat diketahui dengan mudah.
           h.    Bagi pustakawan rujukan atau referensi, bahan rujukan merupakan sarana.
Jenis-jenis bahan rujukan :
1.    Jenis bahan rujukan yang memuat informasi mengenai kata dan istilah.
2.   Jenis bahan rujukan yang memuat informasi mengenai sumber kepustakaan (literatur).
3.   Jenis bahan rujukan lainnya, seperti buku pegangan, sumber biografi, dll.
2. Bahan rujukan untuk kata dan istilah
Kamus, berisi daftar kata dasar suatu bahasa yang disusun menurut abjad. Kamus yang baik disertai dengan keterangan mengenai bentuk, tanda lafal, fungsi, asal-usul/sejarah, arti, sinonim, antonim, sintaksis dan ungkapan tiap kata. Istilah lain untuk kamus antara lain daftar kata/istilah, takarir, glosari, leksikon, dsb.
A.  Pembagian kamus menurut isinya
1.    Kamus umum adalah suatu buku rujukan yang berisi daftar kata atau istilah yang umum dipakai sehari-hari.
2.   Kamus khusus adalah kamus yang berisi informasi mengenai kata-kata umum, namun dengan susunan tertentu.
3.   Kamus subjek adalah suatu jenis bahan rujukan yang berisi daftar kata atau istilah yang biasanya mengenai masalah atau subjek khusus.
B.       Pembagian kamus menurut jumlah bahasanya
1.    Kamus ekabahasa atau kamus satu bahasa adalah suatu jenis kamus, biasanya berupa kamus umum, yang kata-kata/istilah dalam kamus itu dijelaskan dengan menggunakan bahasa yang sama dengan kata-kata/istilah itu.
2.   Kamus dwibahasa atau kamu dua bahasa adalah jenis buku rujukan yang kosakata di dalamnya dijelaskan dengan menggunakan bahasa lain dengan bahasa kosakata itu.
3.   Kamus anekabahasa atau polyglot atau kamus banyak bahasa adalah buku rujukan yang kosakata atau istilah di dalamnya diberi padanan kata-kata dalam lebih dari dua bahasa.
C.   Pembagian kamus menurut jumlah kandungan entrinya
1.    Kamus singkat atau concise dictionary adalah kamus yang memuat kurang dari 80.000 aran. Entry atau entri dalam kaitan pengertian di sini adalah bagian pada kamus yang merupakan satu kesatuan berupa kata yang diterangkan serta semua keterangan yang mengikutinya.
2.    Kamus sedang menurut Adjat Sakri adalah kamus yang hanya memuat kata-kata antara 130.000 hingga 160.000 aran. Dalam bahasa inggris, kamus ini sering disebut abridged dictionary, standard desk dictionary, atau collegiate dictionary.
3.   Kamus lengkap atau kamus pepak (unabridged dictionary) adalah kamus yang berisi kata-kata lebih dari 250.000 aran.
Manfaat yang dapat diperoleh dari sebuah kamus antara lain :
a.   Tempat mencari makna kata;
b.   Tempat memeriksa ejaan; penyukuan dan penggunaan tanda hubung pada suatu kata;
c.   Tempat mencari lafal kata;
d.   Tempat melacak riwayat; asal-usul dan turunan kata;
e.   Tempat mencari sinonim, antonim dan homonim kata;
f.   Tempat mencari singkatan, akronim, tanda dan lambang kata;
g.   Tempat mencari kata asing yang sering dipakai.
Ensiklopedi adalah bahan rujukan yang menyajikan informasi secara mendasar namun lengkap mengenai berbagai masalah dalam berbagai bidang atau cabang ilmu pengetahuan atau satu cabang ilmu pengetahuan saja, yang disusun menurut abjad. Kemutakhiran informasi di dalam ensiklopedi dijaga oleh penerbitnya dengan selalu menerbitkan edisi baru pada selang waktu tertentu. Jika selang waktu cukup panjang, biasanya diselingi dengan penerbitan volume tanbahan berupa suplemen atau menerbitkan secara khusus yang disebut buku tahunan yang berisi perbaikan informasi sebelumnya atau tambahan informasi baru.
1.    Ensiklopedi umum/nasional adalah ensiklopedi yang berisi informasi dasar tentang hal-hal, abstraksi, konsep atau kejadian-kejadian umum. Kebanyakan diterbitkan untuk digunakan di dalam suatu negara sehingga pada judulnya menyebutkan kata nasional atau nama suatu negara tertentu.
2.   Ensiklopedi khusus atau ensiklopedi subjek adalah ensiklopedi yang membatasi cakupan isinya pada masalah atau mengenai subjek tertentu.
Manfaat ensiklopedi antara lain :
  1. Sebagai sarana untuk mencari informasi dasar mengenai berbagai masalah ;
  2. Sebagai sarana utama dalam langkah awal untuk melakukan suatu kajian mengenai suatu subjek;
  3. Sebagai sarana untuk memeriksa kebenaran suatu informasi;
  4. Sebagai jendela informasi dunia.
3. Bahan rujukan untuk kepustakaan
A. Katalog
Katalog dalam pengertian kita adalah daftar yang berisi informasi tentang bahan pustaka atau dokumen yang terdapat pada perpustakaan, toko buku maupun penerbit tertentu. Dua hal penting yang harus dipahami dari istilah katalog ini adalah (i) merupakan daftar buku atau dokumen; dan (ii) buku atau dokumen yang didaftar harus terdapat pada suatu tempat. Beberapa contoh katalog yang banyak ditemui di perpustakaan adalah
  1. Katalog nasional adalah katalog yang memuat informasi mengenai dokumen yang diterbitkan oleh suatu negara dan disimpan pada suatu lokasi atau perpustakaan tertentu. Umumnya bahan pustaka yang diterbitkan oleh berbagai penerbit buku atau majalah terkumpul di perpustakaan nasional karena adanya undang-undang atau peraturan wajib simpan terbitan.
  2. Katalog induk, mendaftar buku-buku dari beberapa perpustakan yang bergabung untuk melakukan kerjasama. Biasanya tiap judul buku yang didaftar diberi tanda lokasi keberadaan buku itu.
  3. Katalog induk majalah, merupakan katalog gabungan beberapa perpustakaan yang memuat daftar majalah yang dilanggan atau yang dimiliki oleh tiap-tiap perpustakaan anggota kerjasama.
  4. Katalog penerbit/toko buku adalah daftar buku yang diterbitkan atau dijual oleh suatu penerbit/toko buku. Fungsinya adalah sebagai sarana promosi bagi penerbit/toko buku.
  5. Daftar tambahan buku dan majalah adalah suatu terbitan yang dikeluarkan oleh perpustakaan untuk memberitahu kepada pengguna perpustakaan mengenai buku-buku dan majalah yang baru diterima dan siap digunakan oleh yang memerlukannya.
Manfaat katalog antara lain:
  1. Sebagai sarana untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada pada satu atau beberapa perpustakan:
-          yang ditulis oleh pengarang tertentu,
-          dengan judul tertentu,
-          mengenai subjek tertentu;
  1. untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada di suatu peroustakaan lain;
  2. untuk mengetahui buku-buku apa saja yang sedang ada di pasaran agar dibeli;
  3. untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada dan diterbitkan dalam suatu negara;
  4. Sebagai sarana pemilihan koleksi untuk perpustakaan;
  5. Sebagai sarana promosi buku bagi toko buku/penerbit.
B. Bibliografi
Bibliografi adalah buku yang memuat daftar terbitan baik dalam bentuk buku maupun artikel majalah; atau sumber kepustakaan lain yang berhubungan dengan suatu subjek, lapangan ilmu pengethuan atau hasil karya seseorang. Biasanya disusun menurut abjad pengarang, sistem klasifikasi tertentu, atau menurut subjek verbal. Data yang dapat diperoleh antara lain nama pengarang, judul, penerbit, tempat terbit, tahun terbit dan edisi, serta keterangan tentang wujud dokumen. Perbedaan bibliografi dan katalog adalah kalau katalog merupakan daftar dokumen yang terdapat pada suatu tempat atau perpustakaan, sedangkan bibliografi adalah daftar dokumen yang pernah diterbitkan.tetapi kedua istilah ini masih sering dicampuradukkan pemakaiannya. Sehubunga dengan batasan diatas, maka ciri yang membedakan kedunya antara lain:
  1. Katalog biasanya memberi kode lokasi penempatan suatu dokumen dirak biasanya disebut ”nomor panggil”.
  2. Katalo biasa pula dilengkapi dengan kode perpustakaan.
  3. Aran pada bibliografi tidak mencantumkan kode-kode diatas.
Jenis-jenis bibliografi:
  1. Bibliografi umum, memuat informasi atau dokumen mengenai masalah atau subjek umum.
  2. Bibliografi khusus atau bibliografi subjek atau bibliografi terseleksi, memuat informasi bibliografi dokumen mengenai masalah  atau subjek tertentu.
  3. Bibliografi beranotasi adalah bibliografi yang memuat selain keterangan dasar mengenai dokumen separti judul, pengarang, informasi fisik dokumen, disertai dengan sedikit keterangn mengenai isi dokumen yang didaftar, seperti sasaran pembac dokumen, kedalaman pembahasan, ringkasan isi, dll.
  4. Bibliografi nasional memuat daftar dokumen yang diterbitkan pada suatu negara tertentu, biasanya diterbitkan oleh perpustkaan nasional suatu negara.
  5. Bibliografi universal memuat daftar dokumen yang pernah terbit tanpa membatasi negara penerbitnya. Sesungguhnya belum pernah ada, karena senantiasa ada pembatasan cakupan dalam penerbitan suatu bibliografi. Selain itu masih ada bibliografi regional yaitu bibliografi yang mendaftar terbitan sekelompok negara yang berada pada suatu kawasan tertentu.
  6. Bibliografi restrospektif adalah daftar yang memuat informasi kepustakaan dari dokumen yang terbit tanpa pembatasan waktu, bibliografi ini jarang bisa ditemui karena penyusun kesulitan mencari terbitan yang sudah cukup tua.
Manfaat bibliografi antara lain:
  1. Menberi petunjuk lengkap kepada pencari informasi di perpustakaan tentang terbitan, baik hasil karya seseorang/kelompok atau subjek tertentu;
  2. Merupakan perlengkapan dalam melakukan pemilihan bahan pustaka untuk dibeli dan disimpan di perpustakaan;
  3. Merupakan suatu petunjuk tentang masalah apa saja yang pernah ditulis orang atau merupakan petunjuk perkembangan penulisan suatu masalah atau subjek.
C.Indeks
Mendaftar artikel majalah, laporan penelitian, buku-buku agar dapat ditemukan kembali apabila punlikasi itu diperlukan untuk dibaca. Ada indeks yang diterbitkan sendiri-sendiri dan ada juga yang diterbitkan berseri pada selang waktu tertentu.
D.  Abstrak
Dalam banyak hal hampir sama dengan indeks perbedaannya hanyalah abstrak selain mencantumkan data bibliografi selain pada indeks, juga mencantumkan ’ringkasan’ atau ’inti sari’ informasi yang diuraikan dalam publikasi yang didaftar. Ringkasan ini rata-rata antara 150-200 kata, namun ada pula yang lebih atau kurang dari jumlah itu. Ringkasan ini bisa dibuat oleh penulis atau oleh orang-orang tertentu yang ditugaskan untuk membuat abstrak (abstraktor).
E.   Paket informasi, paket informasi kilat atau paket daftar isi majalah
Adalah suatu jenis bahan rujukan yang merupakan kumpulan daftar isi majalah yang dijilid khusus menjadi sebuah buku tersendiri.
4. Bahan rujukan lain
Termasuk dalam kelompok ini adalah:
1.    Bahan rujukan umum berupa:
    1. Buku pedoman (manual) atau buku pegangan (handbook), menurut William A. Katz perbedaan keduanya adalah buku pedoman biasanya berupa petunjuk bagaimana melaksanakan suatu proses atau kegiatan sedangkan buku pegangan adalah buku yang berisi berbagai macam informasi atau aspek mengenai sesuatu masalah atau subjek.
    2. Bahan pustaka sumber biografi,  berisi informasi riwayat hidup seseorang biasanya seorang tokoh. Ada pula sumber biografi yang merupakan kumpulan riwayat hidup sejumlah orang. Kelompok biografi ini dibagi dua, yang bersifat umum, memuat riwayat hidup tokoh dari berbagai bidang; ada pula sumber biografi yang hanya memuat informasi riwayat hidup sekelompok orang yang berprofesi sama. Selain itu ada pula Otobiografi, yaitu riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang atau tokoh tersebut.
    3. Sumber geografi atau sumber ilmu bumi, secara umum dapat dibagi menjadi peta atau atlas, gazetir atau kamus ilmu bumi yaitu daftar nama-nama ilmu bumi seperti nama-nama tempat, sungai, gunung dan nama-nama geografi lainnya yng terdapat dalam suatu negara atau juga mencakup negara lainnya, dan buku petunjuk perjalanan.
    4. Direktori atau buku petunjuk, berisi informasi mengenai nama lengkap, alamat, nomor telepon, kegiatan/profesi seseorang atau suatu lembaga/badan.
2.   Jenis bahan rujukan umum yang berupa:
    1. Statistik, adalah buku rujukan yang berisi informasi statistik atau data berupa angka-angka mengenai suatu masalah, biasanya angka-angka ini didapat dari survei namun ada juga yang diambil dari kegiatan suatu atau beberapa lembaga/badan dalam kurun waktu tertentu.
    2. Buku tahunan (yearbook, almanac, calender, dsb), merupakan buku rujukan yang memuat informasi mengenai catatan kejadian atau perkembangan suatu masalah atau subjek dalam waktu satu tahun terakhir.
    3. Terbitan pemerintah, publikasi atau bahan pustaka yang diterbitkan resmi oleh pemerintah, melalui lembaga resmi yang berisi informasi mengenai pemerintahan, peraturan-peraturan atau perundangan, pengumuman-pengumuman resmi dan sebagainya. Kalau du indonesia di terbitkan oleh Departeman Penerangan.
    4. Terbitan badan internasional, adalah dokumen yang diterbitkan oleh badan internasional separti PBB dan bagian-bagiannya, Bank Dunia, Kedutaan-kedutaan negara-negara sahabat atau lembaga swadaya masyarakat yang bergerak pada mancanegara seperti Yayasan Asia, Yayasan Ford, dan sebagainya.
3.   Jenis bahan pustaka umum yang dapat pula dijadikan acuan dalam mencari informasi mengenai suatu masalah, antara lain:
    1. Standar dan paten, buku rujukan paten berisi informasi primer mengenai siapa yang telah menemukan sesuatu, baik itu berupa alat, bahan atau suatu metode/teknologi; bagaimana bentuk dan susunannya; cara pembuatannya; bahan dasarnya, manfaat dan informasi dasar lainnya. Informasi suatu paten dilindungi oleh undang-undang. Sedangkan standar adalah suatu jenis bahan rujukan yang berisi informasi tata cara baku atau prosedur baku untuk melakukan suatu kegiatan, membentuk suatu organisasi atau susunan baku suatu bahan atau pun campuran bahan.
    2. Makalah pertemuan (proceedings atau laporan rapat), biasanya berisi kumpulan karangan tertulis para pakar dibidang tertentu yang disampaikan pada suatu pertemuan ilmiah. Pertemuan para ahli yang sering menghasilkan makalah seperti itu antara lain seminar, konferensi, simposium, lokakarya dan sebagainya.
    3. Laporan penelitian, biasanya memuat uraian penelitian, kajian atau evaluasi yang sering dihiasi dengan angka-angka, statistik, grafik, tabel, dll. Umumnya membeberkan pula kegagalan, masalah atau kendala yang ditemui. Oleh karena itu laporan biasanya ditulis pada saat penelitian atau aesaat setelah penelitian dilakukan.
    4. Tesis dan disertasi, adalah karya tulis yang dihasilkan seseorang tatkala akan menyelesaikan suatu jenjang pendidikan tinggi.
    5. Terbitan niaga, memuat informasi mengenai barang-barang, alat-alat atau barang yang diperjualbelikan.
    6. Majalah (jurnal atau periodikal atau serial) dan surat kabar, adalah suatu jenis terbitan yang direncanakan untuk terbit secara berkala dengan suatu nama yang sama atau seragam.
    7. Bahan pustaka bentuk mikro dan pandang-dengar serta bahan pustaka bentuk lainnya, antara lain:
- Mikrofis adalah suatu lembaran-lembaran berukuran standar kurang lebih sebesar kartu pos dan berisi tulisan hingga puluhan halaman buku. Tulisannya sangat kecil hingga hanya dapat dibaca menggunakan alat baca mikrofis (microfiche reader). Mikrofilm serupa dengan mikrofis tapi berbentuk untaian seperti ril sebuah film bioskop, alat bacanya disebut alat baca mikrofilm (microfilm reader).